Kalender Liturgi

Minggu, 28 Juni 2026

Pembangunan Gereja Belum Tuntas, Umat Stasi Riangpao Ikuti Ibadah di Posyandu

Foto: Rinn Hokor
Riangpao – Semangat iman umat Katolik Stasi Riangpao tetap menyala meskipun pembangunan gedung gereja belum rampung. Hingga saat ini, umat masih melaksanakan ibadah mingguan di gedung Posyandu yang untuk sementara difungsikan sebagai tempat peribadatan.
Kondisi tersebut telah berlangsung sejak pembangunan gereja dimulai. Karena belum memiliki gedung gereja yang layak digunakan, umat bersama pengurus stasi memanfaatkan bangunan Posyandu sebagai lokasi perayaan ibadah dan berbagai kegiatan rohani. Meski dengan fasilitas yang sederhana dan ruang yang terbatas, umat tetap mengikuti ibadah dengan penuh khidmat dan sukacita.
Ketua umat Stasi Riangpao mengatakan bahwa keterbatasan sarana tidak mengurangi semangat umat dalam memuji dan memuliakan Tuhan. Justru situasi tersebut menjadi dorongan untuk terus bergotong royong mendukung penyelesaian pembangunan gereja yang menjadi harapan seluruh umat.
Pembangunan gereja memang belum selesai, tetapi kehidupan menggereja harus terus berjalan. Kami bersyukur masih memiliki tempat untuk berkumpul dan beribadah sambil menantikan gereja yang sedang dibangun dapat segera diselesaikan, ujarnya.
Pembangunan gereja dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan swadaya umat, dukungan para donatur, serta berbagai kegiatan penggalangan dana. Setiap keluarga mengambil bagian sesuai kemampuan, baik melalui sumbangan dana, tenaga, maupun penyediaan material bangunan.
Suasana ibadah di gedung Posyandu berlangsung sederhana namun penuh kekeluargaan. Anak-anak, kaum muda, orang dewasa, hingga lansia hadir bersama mengikuti liturgi dengan tertib. Meskipun harus berdesakan ketika jumlah umat meningkat, mereka tetap menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan.
Harapan besar kini tertuju pada kelanjutan pembangunan gereja agar dapat segera diselesaikan sehingga umat Stasi Riangpao memiliki rumah ibadah yang lebih layak, nyaman, dan mampu menampung seluruh umat dalam setiap perayaan liturgi.
Semangat umat Stasi Riangpao mencerminkan bahwa gereja bukan hanya sebuah bangunan, melainkan juga persekutuan orang-orang beriman yang tetap teguh dalam doa, persaudaraan, dan pengharapan. Kisah serupa juga banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, di mana umat tetap beribadah di fasilitas sederhana sambil bergotong royong mewujudkan gereja permanen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar